Industri telekomunikasi meski serba digital ternyata menghabiskan resource yang besar untuk kebutuhan kertas dan plastik. Bayangkan dengan jumlah pelanggan lebih dari 160 juta orang saat ini, sebagian besar pelanggan prabayar, berapa banyak kertas voucher yang dibutuhkan. Apalagi nominal nilai pulsa kini semakin kecil hingga angka Rp 5.000. Seorang pelanggan prabayar mungkin dapat membeli voucher seminggu sekali bahkan kurang. Bisa dibayangkan berapa ton kertas dan plastik terbuang setiap hari.
Sejak nominal voucher terus mengecil dan peredaraan voucher makin cepat, operator telekomunikasi pun mulai melakukan penghematan dengan memperkecil ukuran kertas voucher. Dengan memodifikasi bentuk dan ukuran voucher, kartu perdana dan kartu isi ulang, menjadi lebih kecil yakni dengan membagi satu lembar voucher ukuran normal menjadi beberapa lembar, kebutuhan kertas dan plastik pun dapat ditekan.
Baca Selengkapnya. . .



